Thursday, February 21, 2013

Pembentukan Konsep Diri


Manusia tidak terlahir dengan memiliki konsep diri. Segala hal yang kita ketahui dan percayai mengenai diri kita saat ini kita pelajari, sebagai hasil dari apa yang terjadi kepada kita sejak bayi. Setiap anak lahir ke dunia dengan sebuah potensi murni, dengan tabiat dan ciri lahir tertentu, tetapi tidak dilahirkan dalam keadaan telah memiliki konsep diri.
Setiap perilaku, sikap, nilai, pendapat kepercayaan dan ketakutan yang kita miliki saat ini adalah sesuatu yang kita peroleh melalui proses belajar. Dengan demikian, bila ada elemen konsep diri yang tidak mendukung tujuan kita, kita bisa menyingkirkannya.
Berdasarkan kisah nyata tentang seorang wanita berusia 32 tahun yang mengalami kecelakaan mobil (Brian Tracy:2009:65), kepalanya terbentur yang mengakibatkannya mengalami amnesia total. Pada saat ia mengalami kecelakaan, ia adalah seorang wanita yang menikah dengan dua orang anak, masing-masing berumur delapan dan sepuluh tahu. Perempuan ini seorang yang pemalu, gagap, dan gugup bila berada di tengah banyak orang. Konsep dirinya lemah dan tingkat harga dirinya rendah. Dia tidak bekerja dan lingkaran sosialnya pun terbatas.
info lebih lengkap silahkan baca di alkausar

Sekilas Mengenai Pondok Pesantren



Pesantren, Pondok Pesantren, lebih sering disingkat Ponpes, pondok pesantren atau ponpes adalah sekolah islam di indonesia yang kurikulum atau tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pengetahuan serta wawasan tentang Al-Quran dan sunnah, dengan cara mempelajari bahasa arab beserta kaidah-kaidah tata bahasa arab. santri adalah sebutan bagi para murid yang belajar di pesantren.pondok pesantren menerapkan sekolah berasrama bagi para santrinya atau dengan istilah modernnya di sebut sebagai Boarding School. 
Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudain dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. Federspiel- salah seorang pengkaji ke-Islaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh (pesantren disebut dengan nama Dayah di Aceh) dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.
info lengkap silahkan di baca alkausar